Anak-anak balita di Jakarta pasti kenal banget sama odong-odong. Itu tuh, mainan yang digerakkan dengan tenaga kinetik-nya sang abang odong2 sendiri. Deskripsinya gini, si abang mengayuh sepeda nah, mainan odong-odong yang berbentuk dudukan berupa mobil-mobilan, motor, dan hewan, yang sudah dihubungkan dengan rantai sepeda akan bergerak naik turun. Sambil diiringi lagu anak-anak, semua balita yang naik di situ mesti deh ketagihan..kekeke. Gitu juga Aqsha. Waktu pertama kenal odong2 belum setahun lagi umurnya. Seneng. Senyum menghiasi wajahnya. Lama-lama ga mau dipegangin, mau pegang stangnya sendiri
Setelah bisa bicara, begitu sukanya dia naik odong-odong, setiap lewat pasti teriak..”aik..aik bu” sambil buru-buru minta gendong ke laci tempat simpan uang receh ibune..keke..tau aja ya. Pas nambah kosa katanya, setiap lewat pasti teriak..”aik..aik odong-dong”.